Uji Formalin Buah dan Sayur Diperluas

Bookmark and Share
Jakarta, Kompas - Kementerian Perdagangan akan terus memperluas pengujian kandungan formalin di dalam buah dan sayuran di sejumlah kota. Hasil pengujian akan diumumkan secara terbuka untuk memantau peredaran buah dan sayuran. Dari penemuan sementara, meski ditemukan kandungan formalin, besarnya kandungan masih dalam batas ambang wajar.

Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak, kepada Kompas, mengatakan, sementara ini pengujian baru dilakukan di wilayah Jabodetabek. ”Nantinya akan diperluas ke kota lain karena ini bagian dari perlindungan konsumen,” katanya.

Dari hasil uji diketahui sejumlah buah dan sayuran, seperti apel, bawang merah, bawang putih, dan jeruk, mengandung formalin sebesar 7-38,7 miligram per kilogram. ”Batas wajar berada pada angka 6-60 miligram per kg. Konsumen tak perlu panik dulu karena itu masih dalam ambang batas wajar. Dari informasi WHO, secara alamiah buah memang mengeluarkan zat semacam formalin. Kita memang patut curiga ada kesengajaan dari pelaku usaha, tetapi itu perlu dibuktikan,” katanya.

Saat ini banyak kalangan, termasuk pemerintah daerah, yang juga menggelar uji formalin pada buah dan sayuran.

”Jangan asal membuktikan kandungan formalin, tetapi harus dihitung berapa kandungannya. Kalau sudah melebihi 100 miligram per kilogram kita patut mencurigainya,” katanya.

Dia meminta konsumen tidak bingung menyikapi persoalan tersebut. Konsumen diminta lebih teliti dan cermat dalam mengonsumsi buah dan sayuran.

Dari hasil uji sementara, sebagian besar buah dan sayuran yang mengandung formalin adalah buah dan sayuran impor.

Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh, beberapa tahun belakangan ini impor produk hortikultura meningkat signifikan. Pada 2008 nilai impornya sebesar 881,6 juta dollar AS, sementara pada 2011 nilai impornya sudah mencapai 1,7 miliar dollar AS.

Sementara jenis produk hortikultura yang paling banyak diimpor selama Januari-Desember 2011 adalah bawang putih senilai 242,42 juta dollar AS, apel 153,87 juta dollar AS, jeruk 150,25 juta dollar AS, anggur 99,84 juta dollar AS, lengkeng 96,96 juta dollar AS, pir 92,6 juta dollar AS, bawang merah 75,47 juta dollar AS, durian 74,87 juta dollar AS, kentang segar 47,26 juta dollar AS, dan lain-lain 724,39 juta dollar AS.

(ENY, Sumber Tulisan: Kompas.Com)

Untuk antisipasi beberapa ulah nakal pengusaha dengan menggunakan bahan berbahaya pada makanan, "EASY TEST" melounching beberapa produk test kit untuk analisis bahan berbahaya pada makanan. BEBERAPA PRODUK yang sudah kami launching dan sudah kami pasarkan meliputi beberapa produk test kit seperti di bawah ini,

EASY TEST juga telah meluncurkan produk terbaru test kit untuk anda semua... DENGAN HARGA YANG PASTI TETAP BERSAING...!!

Informasi lengkap silahkan lihat di link berikut,
- Test Kit Sianida (Cyanide Test Kit) - KLIK DISINI UNTUK LEBIH DETAIL
- Test Kit Nitrit (Nitrite Test Kit) - KLIK DISINI UNTUK LEBIH DETAIL
- Test Kit Hipoklorit (Hypochlorite Test Kit) - Klik disini untuk info detailnya
- Test Kit Iodat (Iodates Test Kit) - Klik disini untuk info detailnya
- Test Kit Peroksida (Peroxydes Test Kit) - Klik disini untuk info detailnya
Tag: analisis cepat, bahan berbahaya pada makanan, boraks dalam makanan, cyanide test kit, easy test, formalin dalam makanan, info kita, nitrite test kit, test kit, test kit borak, test kit formalin, test kit methanyl yellow, test kit nitrit, test kit pewarna batik, test kit rhodamin b, test kit sianida

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar