Ikan Selundupan dari Malaysia Mengandung Formalin

Bookmark and Share
PONTIANAK, KOMPAS.com — Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pontianak, Kalimantan Barat, menguji tiga sampel ikan selundupan asal Malaysia yang ditemukan di dalam kemasan rapi di Pelabuhan Pemangkat, Kabupaten Sambas. Hasil uji menunjukkan ikan-ikan selundupan asal Malaysia itu positif mengandung bahan pengawet berbahaya berupa formalin.

Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak Bambang Nugroho mengemukakan, pihaknya mengambil sampel di Pemangkat, pekan lalu, dan langsung mengujinya di laboratorium Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat. "Ikan itu masuk secara ilegal dari Malaysia ke Pontianak lalu dikirim ke Pemangkat untuk didistribusikan ke pasar-pasar tradisional di sekitarnya. Saat kami temukan, ikan-ikan itu masih terkemas rapi dan masih ada label sumber ikan, yakni Malaysia," kata Bambang, Selasa (6/9/2011) di Pontianak.

Penemuan ikan-ikan selundupan di Pemangkat itu terjadi beberapa hari setelah Polda Kalimantan Barat menangkap sebuah mobil boks pengangkut 1,9 ton ikan selundupan dari Malaysia di jalan Trans-Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Saat penangkapan di Ambawang, sopir mobil boks juga mengatakan bahwa ikan yang dibawanya diawetkan menggunakan formalin agar tahan sampai ke Pontianak.

"Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati setiap kali hendak membeli ikan. Kami berharap konsumen membeli ikan di tempat-tempat tepercaya dan yang memang hanya menjual ikan hasil tangkapan nelayan Kalimantan Barat," tutur Bambang.

Petugas PSDKP di Entikong juga menemukan lagi mobil boks pengangkut ikan dari Malaysia tanpa dokumen, Senin (5/9/2011) sore, beberapa saat setelah pintu Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong, Kabupaten Sanggau, ditutup. Namun, kedua mobil pengangkut dua ton ikan kembung dan sarden itu melarikan diri saat diperiksa petugas.

Kedua mobil masing-masing diperiksa oleh petugas PSDKP, Yohanes dan Moses, dan ditemukan ikan tanpa dilengkapi dokumen di dalam mobil. Mobil diminta berbalik arah ke Pos Karantina untuk melengkapi dokumen, tetapi justru melarikan diri ke arah Kota Singkawang.

Yohanes dan Moses masih sempat mencatat identintas pengemudi dan nomor polisi kedua mobil itu. Kedua mobil itu masing-masing bernomor polisi KB 9684 CF yang dikemudikan oleh Mizwar dan KB 6950 C yang dikemudikan oleh Asun. "Kedua mobil nekat hendak menabrak petugas kami yang memeriksa dan berhasil meloloskan diri. Itu menjadi bukti bahwa penyelundupan ikan asal Malaysia masih terus terjadi," ujar Bambang.

Penulis : Agustinus Handoko, Editor : Nasru Alam Aziz (Sumber Tulisan: Kompas.Com)

Untuk antisipasi beberapa ulah nakal pengusaha dengan menggunakan bahan berbahaya pada makanan, "EASY TEST" melounching beberapa produk test kit untuk analisis bahan berbahaya pada makanan. BEBERAPA PRODUK yang sudah kami launching dan sudah kami pasarkan meliputi beberapa produk test kit seperti di bawah ini,

EASY TEST juga telah meluncurkan produk terbaru test kit untuk anda semua... DENGAN HARGA YANG PASTI TETAP BERSAING...!!

Informasi lengkap silahkan lihat di link berikut,
- Test Kit Sianida (Cyanide Test Kit) - KLIK DISINI UNTUK LEBIH DETAIL
- Test Kit Nitrit (Nitrite Test Kit) - KLIK DISINI UNTUK LEBIH DETAIL
- Test Kit Hipoklorit (Hypochlorite Test Kit) - Klik disini untuk info detailnya
- Test Kit Iodat (Iodates Test Kit) - Klik disini untuk info detailnya
- Test Kit Peroksida (Peroxydes Test Kit) - Klik disini untuk info detailnya
Tag: analisis cepat, bahan berbahaya pada makanan, boraks dalam makanan, cyanide test kit, easy test, formalin dalam makanan, info kita, nitrite test kit, test kit, test kit borak, test kit formalin, test kit methanyl yellow, test kit nitrit, test kit pewarna batik, test kit rhodamin b, test kit sianida

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar