Cara Agar Iman Berbuah Manis

Bookmark and Share
Berbagi-Kreativitas.blogspot.com - بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Salam! Diselah-selah kesibukan off line kembali Saya ingin hadir dengan publikasi artikel yang Saya pikir ini baik untuk kita umat  Islam  dapat telaah bersama Cara Agar Iman Berbuah Manis. Insya Allah jika sudah bicara soal Iman umat Islam tentu beriman Iman dan Islam semoga benar-benar terpantri dalam hati, karena dengan Agama yang disandang merupakan salah satu ciri bahwa seseorang dikatakan berIman. Namun jadi pertanyaan apakah sudah merasakan Manisnya Iman dalam diri? Sebenarnya Iman Itu Apa? Iman adalah sesuatu yang masih umum maknanya, disini seseorang dikatakan beriman apabila seseorang itu memiliki kepercayaan karena adanya tuhan. Bagi Islam Iman adalah kepercayaan kewajiban untuk mempercayai perkara yang 6 yaitu Rukun Iman. Umat Islam dikatakan beriman apabila perkara tersebut sudah benar-benar tertanam dalam dirinya dengan wujud prilaku pada kesehariannya, ketika dikatakan benar Iman seseorang adalah saat perkara tadi benar-benar dapat membawanya kejalan yang Allah Ridho'i dan takut ketika untuk melakukan perbuatan yang munkar.

Sayang jika beriman tapi tidak merasakan kenikmatan Iman itu sendiri biasanya hasil justru akan menjadikan seseorang itu berbalik menjadi orang yang inkar, menghina dirinya sendiri dan juga kepercayaannya dalam hal ini Islam menghina Allah. Mengapa demikian? Sering kita mendengar lemahnya Iman, karena lemah sesuatu yang abstrak ini sering kali diabaikan, pasalnya tidak tampak wujud dan rupanya. Beda ketika seseorang melihat sesuatu yang sifatnya objektif ketika kehilangan sesuatu baik itu, harta ataupun benda panik bukan kepalang beda ketika kehilangan Iman rasa-rasanya biasa-biasa saja. Oleh karena itu sangat penting Saya pikir untuk menuai Iman yang manis itu dengan cara mengetahui caranya, adapaun Cara Agar Iman Berbuah Manis adalah sebagai berikut

1. Cintai Allah Dan RasulNya
Cinta adalah nikmat dan amanah yang Allah titipkan kepada Umat berupa gulanya Iman, adanya cinta katanya buat hidup itu indah dan bermakna benar dan nyata cinta memang demikian rasanya, tapi Cinta yang seperti apa? Perkara cinta saat ini sudah sangat sering disalah artikan dan dislewengkan, cinta juga masuk dalam kategori abstrak tidak tampak wujudnya hanya dapat dirasakan. Tapi kenyataanya sekarang ini tidak cara ingin memperlihatkan rasa cinta itu dengan sesuatu yang tampak, bisa dengan suatu pemberian dan tidak jarang menjurus kenilai-nilai yang melanggar syariat.

Ketika pejabat cinta dengan jabatannya segala cara agar tidak lepas daripadanya dipertahankan jabatan itu baik dengan cara sehat atau sebaliknya, wajar jika caranya masih sehat tapikan salah kalo sudah ada ungkapan "cara apapun akan dilakukan" guna menjaga jabatan tersebut baik lagi kalo bisa naik jabatan. Ketika seseorang terlalu cinta dengan sesuatu yang berbau duniawi lupa kepada siapa prioritas Cinta itu diberikan sudah tidak ada lagi rasa manis Iman yang sebenarnya itu dalam dirinya yang ada hanya ada rasa cemas atau waswas. Sebaliknya jika sudah tertanam rasa cinta kepada Allah dan RasulNya mau kehilangan jabatan, ataupun lainnya yang bersifat objektif dalam kehidupan dunia bukan lagi masalah yang timbul sangat terasa sekali Manis Iman itu dan menimbulkan rasa Ikhlas karena Allah semata. Sholat Insya Allah khusu', berbagi dalam kebajikan ringan, tidak sombong pokoknya jauh dari kemunkaran akan terasa ringan dalam melakukan Ibadah apapun itu jenisnya.

2. Cintai Sesama Karena Allah
Pada tahap kedua ini masih dalam ruang lingkup Cinta seperti yang Saya katakan diatas Cinta itu adalah anugerah yang Allah berikan akan menui Ibadah ketika tahu makna Cinta yang Allah Ridho'i seperti apa. cinta jabatan boleh, cinta harta wajar, cinta dunia itu adalah cermin hidup jadikan pemicu agar kehidupan didunia ini selalu bergerak untuk capai tahapan kedudukan sosial lebih baik, dengan demikian Ibadahpun akan terasa lebih nyaman dan leluasa seharusnya bukan malah lupa untuk ibadah seakan "Kacang lupa kulitnya" itukan bahaya, seperti halnya cinta kepada sesama itu juga baik justru dianjurkan tapi harus mengerti batas-batasannya. Cintai seseorang bukan karena rupanya yang cantik atau tampan, karena hartanya dan lain lain melainkan cintai karena Allah.

Dalam kehidupan yang nyata sering melihat peristiwa-peristiwa yang seharusnya tidak semestinya dilakukan, ketika seseorang kehilangan orang yang dicintai hingga nekat bunuh diri, tromagh dan lain sebagainya mengapa terjadi demikian? karena sudah terpantri dalam dirinya itu bukan Cinta karena Allah, tapi cinta karena orang selain Allah menganggap hanya dirinya yang dapat dia banggakan, kasihi, dan mengerti akan keadaannya. Sebaliknya jika cinta kita kepada sesama karena Allah dan agamanya pasti rela apapun yang akan terjadi, ringan rasanya tuk berbagi tulus dalam memberi dan rela jikalau ia harus pergi. Sikap peduli kepada sesama jadi tertanam dalam diri, karena miris melihat keadaan sekarang ini ada ungkapan "Loe.. loe..!! Gue.. Gue..!!" hilang rasa peduli dan menghormati kepada sesama dan seiman. Mengapa Allah menganjurkan kepada kita agar mencintai sesama Islam? jawabnya karena Semua Umat Islam Itu Sodara.

3. Benci Kafir (Kemunkaran)
Saat hati masih dimudahkan dalam menerima kebaikan bersyukurlah kita, karena diluar sana masih banyak orang-orang tidak seberuntung kita karena memiliki hati yang keras. Hati keras cenderung selalu mengelak perkara yang baik masuk kedalam hatinya karena berbagai faktor, tapi sebaliknya perkara yang jelek akan begitu saja mudah masuk tanpa filter. Mengapa Saya katakan demikian? Coba dipikir segala perkara yang munkar itukan didunia nikmat rasanya tidak seperti perkara yang baik susah begitu rasanya untuk diterima karena banyak godaannya. Real sekarang ini dunia entertaint contonya yang sudah membudaya, mendarah daging khususnya untuk para remaja, jika mau menelaahnya dengan bijak tidak sedikit suguhan yang diberikan adalah kemunkaran lantas apakah mereka menerima jika ada yang membenarkan bahwa itu adalah perbuatan munkar, ujung-ujungnya mungkin dibilang itukan seni, itukan lagi tren dan lain-lain.

Ingat bahwasannya tindak tanduk orang-orang kafir menjerumuskan umat Islam itu tidak akan pernah berhenti sampai umat tersebut dinyatakan/ divonis masuk dalam golongan mereka orang kafir. Tidak sedikit orang sadar bahwasannya apa yang mereka lakukan itu sudah masuk kategori orang kafir jadi harus waspada dan hati-hati. Bagaimana caranya? ya belajar perdalam Ilmu Islam. Kalo kita ditanya mau masuk Neraka? jawabnya pasti tidak begitulah seharunya kita membenci kemunkaran seperti kita benci Neraka. 

Tahu tidak dari pertanyaan dan jawaban Iblis ketika Allah memerintahkan agar Iblis menemui Rasulullah Shalallahu 'alaihi terkait umat Islam, bahwa dikatakan ada di antara kaumKu kata Rasulullah siapa yang akan menjadi temanMu Iblis di dunia sampai neraka nanti atas pertanyaan Rasulullah berikan kepada Iblis. Di pertegas lagi KAUMKU siapa maksud kaumKu disini kata Rasul? tidak lain adalah Umat Islam itu sendiri! Insya Allah akan Saya posting terkait perintah Allah yang diberikan kepada Iblis untuk menemui Rasullullah agar kita tahu siapa sih dari Golongan Umat Islam Yang Menjadi Teman Iblis dunia hingga ke neraka, demikian postingan hari ini semoga manfaat Salam!

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar